Selasa, 01 Oktober 2019

Asam Basa Anorganik


 Asam basa
Hasil gambar untuk Larutan asam basa


1.Larutan
Larutan didefinisikan sebagai suatu campuran  homogen terdiri atas dua macam atau lebih zat tunggal dengan bermacam-macam perbandingan komposisi,tidak memiliki bidang batas antara komponen-komponennya, dan mempunyai sifat yang sama diseluruh bagiannya.
Berdasarkan sifat keasamannya larutan dibedakan menjadi 3 golongan yaitu sifat asam,basa dan netral. Ketiga sifat tersebut dapat diketahui melalui pengujian dengan beberapa metode yang telah dikembangkan hingga saat ini. Salah satu asam yang sangat korosif terhadap benda-benda disekitarnya dan akan mengkibatkan luka bakar yang serius jika terkena kulit adalah asam sulfat H2SO4.
Uji keasaman larutan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut indikator. Indikator asam basa dapat dijumpai dalam berbagai  macam bentuk,salah satunya berupa zat warna yang mampu menunjukkan perbedaan warna dalam larutan asam maupun basa.
Sifat asam basa juga dapat diukur alat ukur yang disebut dengan pH meter. Tingkat keasaman larutan dapat ditunjukkan melalui skala dalam pH meter. Larutan asam mempunyai pH<7, larutan basa mempunyai pH>7, sedangkan netral mempunyai pH=7. Pengukuran pH dengan skala tertentu juga dapat menggunakan indikator pH universal.
Hasil gambar untuk Larutan asam basa   Hasil gambar untuk Larutan asam basa

2. Perkembangan pengetahuan tentang asam dan basa terus berkembang hingga saat ini
v 1777
Pada mulanya seorang ilmuwan bernama Antoine Laurant Lavoisier pada tahun 1777 mengemukakan bahwa asam mengandung  unsur oksigen, dan unsur itu yang bertanggung jawab atas sifat-sifat asam
v  1810
Namun pada tahun 1810 Sir Humphry Davy menemukan untuk asam klorida, HCl tidaklah mengandung unsur oksigen,melainkan hidrogen. Kemudian disimpulkan olehnya bahwa hidrogenlah yang ditimbulkan oleh asam dan bukan oksigen.
v  1814
Kemudian pada tahun 1814, Joseph Louis Gey Lussac menyimpulkan bahwa asam adalah zat  yang dapat menetralkan alkali.
v  1884
Selanjutnya, perkembangan ilmu tentang asam dan basa terus berlanjut hingga pada tahun 1884, seorang bernama Arrhenius dapat menyimpulkan konsep tentang asam basa yang dapat diterima hingga pada saat ini.

Ilmuwan-ilmuwan yang ikut mengembangkan konsep asam basa adalah Johaness Bronsted, thomas lowry, dan Gilbert Newton Lewis.




3.Teori Asam basa menurut Arrhenius
Berdasarkan penemuannya asam adalah  zat yang dilrutkan dalam air akan menghasilkan ion H+. Sedangkan basa adalah zat yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH-. Dengan kata lain, ion H+ adalah pembawa sifat asam. Mengenai asam dapat dirumuskan dalam persamaan reaksi berikut ini:

 HxZ(aq)-> xH+(aq)+Zx-(aq)

Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa zat asam akan terionisasi menghasilkan ion H+. Jumlah H+ yang dihasilkan oleh satu molekul asam adalah valensi asam,sedangkan ion negatif yang dihasilkan setelah H+ terbentuk adalah ion sisa asam. Asam hanya menghasilkan  1 ion H+ , valensi asamnya =1 dan disebut dengan asam monoprotik, contohnya HCl,CH3COOH,HNO3 dan sebagainya. Untuk asam poliprotik,dengan valensi ion mengikuti jumlah H+ yang dihasilkan.

4.Kekuatan  asam dan Basa
Asam dan basa yang terionisasi membentuk H+ dan OH- merupakan reaksi kesetimbangan. Sifat keasaman suatu zat memiliki kekuatan yang berbeda-beda, dan kekuatannya dinyatakan dalam bentuk tetapan kesetimbangan. Untuk yang bersifat asam,kekuatan asamnya dinyatakan dalam tetapan ionisasi asam (Ka), sedangkan untuk basa dinyatakan dalam tetapan kesetimbangan basa (Kb). Kekuatan asam basa suatu zat, ditentukan melalui banyak sedikitnya ion H+ dan OH- yang dilepaskan dan nilai derajat ionisasi/disosiasi α
Ø Tetapan ionisasi asam
Persamaan umum reaksi kesetimbangan asam:
HA(aq)->H+(aq)+A-(aq)

Tetapan ionisasi Asam

Ka=[H+] [A-] / [HA]

Ø Tetapan Ionisasi basa
Reaksi kesetimbangan :

B(aq) + H2O(l)->BH+(aq) + OH-(aq)

Tetapan ionisasi Basa


Kb=[BH+] [OH-] / [B]


Referensi:
 Lentera abadi,jakartamemajukan dunia pendidikan


Asam Basa Anorganik

  Asam basa 1.Larutan Larutan didefinisikan sebagai suatu campuran   homogen terdiri atas dua macam atau lebih zat tunggal deng...